Jadwal SalatKHGT Muhammadiyah · Memuat lokasiSubuh —Terbit —Zuhur —Asar —Maghrib —Isya —

Kepribadian Muhammadiyah

Ditulis oleh

di


Pengertian

Kepribadian Muhammadiyah merupakan pedoman yang menjelaskan sifat, karakter, dan pola perjuangan Muhammadiyah.

Pedoman ini membantu Muhammadiyah dan warga Muhammadiyah memahami sikap yang perlu dikembangkan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berorganisasi, berbangsa, dan menjalankan perjuangan.

Kepribadian Muhammadiyah memiliki hubungan erat dengan identitas Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan tajdid.

Latar Belakang

Muhammadiyah menghadapi perubahan sosial, politik, pemikiran, dan kehidupan kebangsaan sejak awal perkembangannya.

Perubahan tersebut menghadirkan berbagai tantangan bagi arah dan karakter gerakan.

Muhammadiyah membutuhkan pedoman yang menjaga arah dan karakter perjuangannya.

Kepribadian Muhammadiyah memberikan pedoman tersebut. Rumusan ini membantu warga Muhammadiyah mempertahankan identitas gerakan sekaligus merespons perkembangan masyarakat.

Muhammadiyah menetapkan rumusan 10 sifat Kepribadian Muhammadiyah melalui Muktamar ke-35 tahun 1962.

Rumusan Sepuluh Sifat Kepribadian Muhammadiyah

Sepuluh sifat berikut merujuk pada rumusan resmi Kepribadian Muhammadiyah dalam sumber Persyarikatan.

1. Beramal dan Berjuang untuk Perdamaian dan Kesejahteraan

Muhammadiyah mengarahkan amal dan perjuangannya untuk menghadirkan perdamaian dan kesejahteraan.

Sifat ini mendorong warga Muhammadiyah memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Warga Muhammadiyah perlu menghindari tindakan yang menimbulkan permusuhan, kekacauan, dan kerusakan.

Dalam kehidupan sosial, warga Muhammadiyah dapat menerapkan sifat ini melalui kepedulian, pelayanan, pemberdayaan, dan usaha menyelesaikan persoalan masyarakat.

2. Memperbanyak Kawan dan Mengamalkan Ukhuwah Islamiyah

Muhammadiyah mendorong warga untuk memperbanyak kawan dan mengembangkan ukhuwah Islamiyah.

Perbedaan tidak perlu menjadi alasan untuk membangun permusuhan.

Warga Muhammadiyah dapat memperkuat persaudaraan melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, dan kerja sama dalam kebaikan.

Sifat ini juga mendorong Muhammadiyah memperluas hubungan dengan berbagai pihak.

3. Lapang Dada dan Luas Pandangan dengan Memegang Teguh Ajaran Islam

Muhammadiyah mendorong warga untuk memiliki sikap lapang dada dan luas pandangan.

Sikap tersebut tidak berarti meninggalkan prinsip Islam.

Warga Muhammadiyah dapat menerima perbedaan dan menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada ajaran Islam.

Sifat ini penting dalam kehidupan organisasi, pendidikan, pemikiran, dan hubungan sosial.

4. Bersifat Keagamaan dan Kemasyarakatan

Muhammadiyah memiliki karakter keagamaan sekaligus kemasyarakatan.

Dakwah Muhammadiyah tidak berhenti pada penyampaian ajaran Islam. Muhammadiyah menjawab kebutuhan masyarakat melalui amal nyata.

Karena itu, Muhammadiyah mengembangkan berbagai bidang pengkhidmatan, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, dan bidang kehidupan lainnya.

Melalui berbagai amal tersebut, Muhammadiyah menerjemahkan nilai Islam ke dalam kehidupan masyarakat.

5. Mengindahkan Hukum, Undang-Undang, Peraturan, serta Dasar dan Falsafah Negara yang Sah

Muhammadiyah menjalankan gerakan dalam kehidupan bernegara.

Persyarikatan menghormati hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah.

Sifat ini mendorong Muhammadiyah menjalankan dakwah dan pengkhidmatan secara bertanggung jawab dalam kehidupan kebangsaan.

6. Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Segala Lapangan serta Menjadi Contoh Teladan yang Baik

Muhammadiyah menjalankan amar ma’ruf nahi munkar dalam berbagai bidang kehidupan.

Dakwah tidak cukup melalui perkataan. Warga Muhammadiyah menunjukkan keteladanan melalui perilaku.

Kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, profesionalitas, dan akhlak yang baik menjadi bagian penting dari keteladanan tersebut.

Dengan cara itu, warga Muhammadiyah menghadirkan dakwah melalui tindakan nyata.

7. Aktif dalam Perkembangan Masyarakat dengan Maksud Ishlah dan Pembangunan Sesuai dengan Ajaran Islam

Muhammadiyah tidak mengambil posisi pasif ketika masyarakat mengalami perubahan.

Muhammadiyah mendorong warga untuk ikut membangun masyarakat dan melakukan ishlah sesuai dengan ajaran Islam.

Sikap aktif tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan, dan berbagai bentuk amal usaha.

Sifat ini juga mencerminkan semangat tajdid Muhammadiyah.

8. Bekerja Sama dengan Golongan Islam Mana Pun dalam Usaha Menyiarkan dan Mengamalkan Agama Islam serta Membela Kepentingannya

Muhammadiyah membuka ruang kerja sama dengan berbagai golongan Islam.

Kerja sama dapat dilakukan untuk menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingan umat.

Muhammadiyah tetap menjaga identitas dan prinsip Persyarikatan dalam membangun kerja sama.

Sikap ini memungkinkan Muhammadiyah memperluas ukhuwah sekaligus memperkuat kontribusi bagi umat.

9. Membantu Pemerintah serta Bekerja Sama dengan Golongan Lain dalam Memelihara dan Membangun Negara untuk Mencapai Masyarakat yang Adil dan Makmur yang Diridai Allah

Muhammadiyah dapat bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai golongan lain dalam membangun kehidupan kebangsaan.

Kerja sama tersebut dapat mendukung usaha memelihara dan membangun negara.

Muhammadiyah mengarahkan kontribusi tersebut pada terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur yang diridai Allah.

Pada saat yang sama, Muhammadiyah menjaga karakter, prinsip, dan identitas Persyarikatan.

10. Bersifat Adil serta Korektif ke Dalam dan ke Luar dengan Bijaksana

Muhammadiyah perlu menjalankan sikap adil dan korektif.

Koreksi ke dalam membantu Persyarikatan mengenali kelemahan dan memperbaiki kualitas gerakan.

Koreksi ke luar membantu Muhammadiyah menyampaikan sikap terhadap persoalan masyarakat secara adil dan bijaksana.

Muhammadiyah perlu menjalankan koreksi dengan tanggung jawab dan tujuan perbaikan, bukan untuk membangun permusuhan.

Kepribadian Muhammadiyah sebagai Identitas Gerakan

Kepribadian Muhammadiyah memperkuat identitas khas Persyarikatan.

Nilai-nilai tersebut dapat terlihat dalam cara Muhammadiyah menjalankan dakwah, mengembangkan amal usaha, membangun hubungan sosial, menjalankan kehidupan kebangsaan, dan merespons perubahan zaman.

Secara sederhana, hubungan tersebut dapat dipahami melalui rangkaian:

Islam → dakwah → tajdid → amal → kemasyarakatan → kebangsaan → kemanusiaan.

Rangkaian tersebut merupakan ringkasan interpretatif untuk membantu pembaca memahami hubungan antarnilai Muhammadiyah. Rangkaian tersebut bukan rumusan resmi pengganti 10 sifat Kepribadian Muhammadiyah.

Karena itu, warga Muhammadiyah menerjemahkan Kepribadian Muhammadiyah ke dalam tindakan nyata.

Kepribadian Muhammadiyah dan Dakwah

Kepribadian Muhammadiyah memberikan arah bagi cara warga menjalankan dakwah.

Dakwah Muhammadiyah perlu mengembangkan sikap:

  • berilmu;
  • berakhlak;
  • damai;
  • mencerahkan;
  • membangun;
  • tidak mudah memusuhi;
  • terbuka terhadap kerja sama;
  • tetap teguh pada prinsip Islam.

Dakwah Muhammadiyah hadir melalui keteladanan dan amal nyata.

Dengan demikian, warga Muhammadiyah tidak hanya menyampaikan pesan Islam, tetapi juga menunjukkan nilai Islam melalui perilaku dan pengkhidmatan.

Kepribadian Muhammadiyah dan Kehidupan Bermasyarakat

Kepribadian Muhammadiyah mendorong warga untuk aktif menghadapi persoalan masyarakat.

Warga Muhammadiyah menerapkan nilai tersebut melalui pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, kegiatan kemanusiaan, dan berbagai bentuk pengkhidmatan lainnya.

Muhammadiyah membangun hubungan yang baik dengan masyarakat luas.

Kerja sama dan ukhuwah membantu Muhammadiyah memperluas manfaat dakwah tanpa kehilangan identitas Persyarikatan.

Kepribadian Muhammadiyah dan Kehidupan Kebangsaan

Muhammadiyah menjalankan gerakan dalam kehidupan kebangsaan.

Karena itu, warga Muhammadiyah menjalankan tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara.

Kepribadian Muhammadiyah mendorong sikap yang menghormati hukum dan kehidupan kebangsaan serta membuka ruang kerja sama untuk membangun masyarakat dan negara.

Pada saat yang sama, Muhammadiyah menjaga independensi dan karakter gerakannya.

Kepribadian Muhammadiyah dan Politik

Kepribadian Muhammadiyah berkaitan dengan kehidupan politik karena Muhammadiyah turut berkontribusi dalam kehidupan kebangsaan.

Muhammadiyah tidak menjadikan dirinya sebagai partai politik.

Warga Muhammadiyah tetap memiliki hak dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Warga Muhammadiyah dapat berpartisipasi dalam kehidupan politik sesuai dengan pilihan dan tanggung jawab masing-masing.

Persyarikatan tetap perlu menjaga independensi, karakter gerakan, dan kepentingan dakwah.

Dengan demikian, partisipasi politik warga tidak otomatis mengubah posisi kelembagaan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam.

Kepribadian Muhammadiyah dan Amal Usaha

Amal usaha Muhammadiyah perlu mencerminkan nilai Kepribadian Muhammadiyah.

Sekolah, madrasah, perguruan tinggi, rumah sakit, lembaga sosial, dan berbagai amal usaha Muhammadiyah menjalankan fungsi pelayanan sekaligus pengkhidmatan.

Profesionalitas membantu amal usaha meningkatkan mutu layanan.

Nilai Islam memberikan arah bagi pengelolaan dan pengkhidmatan.

Karena itu, amal usaha Muhammadiyah tidak hanya mengejar kualitas layanan, tetapi juga menghadirkan nilai dakwah, kemanusiaan, dan kemaslahatan.

Kepribadian Muhammadiyah dan Kader

Kader Muhammadiyah perlu memahami Kepribadian Muhammadiyah sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter.

Pemahaman kader tidak cukup berhenti pada teori organisasi. Kader menerjemahkan nilai-nilai Muhammadiyah ke dalam sikap dan tindakan nyata.

Melalui akhlak, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja, pengabdian, dan kepedulian sosial, warga Muhammadiyah menunjukkan Kepribadian Muhammadiyah. Nilai tersebut hidup dalam kehidupan pribadi, organisasi, masyarakat, dan pengkhidmatan.

Kaderisasi menghubungkan pemahaman ideologi dengan pengalaman dan praktik kehidupan.

Makna Kepribadian Muhammadiyah bagi Warga Muhammadiyah

Kepribadian Muhammadiyah membantu warga memahami karakter yang perlu mereka kembangkan dalam kehidupan.

Pedoman tersebut mengajak warga untuk:

  • menjaga prinsip Islam;
  • memperluas ukhuwah;
  • menghargai perbedaan;
  • aktif memberikan manfaat;
  • mengembangkan amal nyata;
  • menjaga hubungan baik dengan masyarakat;
  • menghormati kehidupan kebangsaan;
  • membangun kerja sama;
  • melakukan koreksi dengan adil dan bijaksana;
  • menjadi teladan dalam kehidupan.

Dengan demikian, Kepribadian Muhammadiyah tidak berhenti sebagai pengetahuan organisasi.

Warga Muhammadiyah perlu menghidupkan nilai tersebut melalui perilaku, amal, dakwah, dan pengkhidmatan.

Kesimpulan

Kepribadian Muhammadiyah merupakan salah satu pedoman penting bagi karakter dan arah perjuangan Persyarikatan.

Sepuluh sifat Kepribadian Muhammadiyah memberikan panduan mengenai cara Muhammadiyah beramal, berdakwah, membangun ukhuwah, bekerja sama, menghadapi perkembangan masyarakat, menjalankan kehidupan kebangsaan, dan melakukan koreksi.

Warga Muhammadiyah menggunakan pedoman tersebut untuk membangun karakter pribadi dan kehidupan sosial yang mencerminkan nilai Islam.

Kepribadian Muhammadiyah tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Persyarikatan, tetapi juga menjadi pedoman karakter gerakan.

Sumber Resmi Persyarikatan

Artikel ini menggunakan sumber resmi Persyarikatan Muhammadiyah sebagai rujukan utama.

Sumber Primer

Pimpinan Pusat Muhammadiyah — “Kepribadian Muhammadiyah”

Sumber utama ini memuat dasar dan pedoman amal usaha serta perjuangan Muhammadiyah, termasuk rumusan 10 sifat Kepribadian Muhammadiyah.

Tautan:
https://muhammadiyah.or.id/kepribadian-muhammadiyah/

Sumber Pendukung Resmi

Pimpinan Pusat Muhammadiyah — “Haedar Nashir Jabarkan 10 Kepribadian Muhammadiyah”

Sumber resmi ini memberikan penjelasan mengenai 10 sifat Kepribadian Muhammadiyah dan relevansinya dalam kehidupan Persyarikatan.

Tautan:
https://muhammadiyah.or.id/2022/08/haedar-nashir-jabarkan-10-kepribadian-muhammadiyah/

Pimpinan Pusat Muhammadiyah — “Haedar Nashir Kembali Ingatkan Pentingnya 10 Kepribadian Muhammadiyah”

Sumber ini memberikan penjelasan mengenai pentingnya 10 sifat Kepribadian Muhammadiyah serta kaitannya dengan sejarah rumusan tersebut.

Tautan:
https://muhammadiyah.or.id/2021/03/haedar-nashir-kembali-ingatkan-pentingnya-10-kepribadian-muhammadiyah/

Pimpinan Pusat Muhammadiyah — “KH Faqih Usman (Ketua 1968–1971)”

Sumber resmi ini memberikan konteks sejarah mengenai peran K.H. Faqih Usman dalam perumusan Kepribadian Muhammadiyah dan kaitannya dengan Muktamar ke-35 tahun 1962.

Tautan:
https://muhammadiyah.or.id/2021/03/kh-faqih-usman-ketua-1968-1971/

Catatan Editorial MuWawasan

Tanpa Sumber, Tanpa Klaim.

MuWawasan membedakan antara rumusan resmi Persyarikatan, penjelasan yang bersumber dari dokumen atau publikasi resmi Muhammadiyah, dan uraian interpretatif untuk membantu pembaca memahami suatu tema.

Rumusan resmi Kepribadian Muhammadiyah tetap mengacu pada sumber Persyarikatan Muhammadiyah.


Ikuti Saluran WhatsApp MuWawasan Dapatkan informasi dan pengetahuan Muhammadiyah melalui saluran WhatsApp MuWawasan.
Ikuti Saluran