Pemateri: Ustadz Abu Hanan
Khutbah Pertama
Mukadimah
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى الرَّسُوْلِ الْأَمِيْنِ الْمَبْعُوْثِ لِلْعَالَمِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ.
أَلَا فَإِنِّيْ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
QS Ali ‘Imran: 102
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
Jamaah Jumat rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Di antara pelajaran penting yang dapat kita renungkan ketika menghadapi berbagai bencana adalah hubungan manusia dengan lingkungan tempat kita hidup.
Islam tidak mengajarkan manusia untuk memperlakukan bumi tanpa batas. Manusia diberi amanah untuk memanfaatkan bumi sekaligus menjaganya.
Allah Swt. berfirman:
QS Ar-Rum: 41
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Artinya:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Ayat tersebut memberikan peringatan bahwa perbuatan manusia dapat menyebabkan kerusakan di darat dan di laut.
Karena itu, ketika kita melihat kerusakan lingkungan, kita tidak cukup hanya bertanya siapa yang harus disalahkan. Kita juga perlu melakukan muhasabah:
Apakah cara kita memperlakukan alam sudah sesuai dengan amanah Allah?
Apakah kita menjaga hutan?
Apakah kita menjaga sungai?
Apakah kita menjaga sumber air?
Apakah kita membuang sampah dengan bertanggung jawab?
Apakah pembangunan telah memperhatikan keselamatan manusia dan keseimbangan lingkungan?
Kerusakan alam yang kasatmata di sekeliling kita sesungguhnya bersumber dari kerusakan yang tidak kasatmata, yaitu moral dan kecongkakan manusia itu sendiri.
Ketika manusia dikuasai keserakahan, pohon-pohon ditebangi secara liar, gunung-gunung digunduli, dan alam dieksploitasi tanpa rasa iba, maka hilanglah keramahan alam.
Jika alam dipelihara, ia akan berdaya guna; namun jika dirusak, ia akan mendatangkan petaka.
Orang yang pintar namun tidak saleh tak akan sanggup memakmurkan bumi. Yang lahir justru watak-watak perusak yang membakar hutan demi keuntungan duniawi yang sedikit, lalu mengorbankan jutaan paru-paru hamba Allah lainnya.
Jangan Menuduh Korban Bencana
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Ada satu hal penting yang harus kita pahami.
QS Ar-Rum: 41 tidak boleh digunakan untuk memastikan bahwa setiap bencana tertentu merupakan hukuman Allah kepada kelompok tertentu karena dosa mereka.
Kita tidak memiliki kewenangan untuk menunjuk korban bencana kemudian mengatakan:
“Bencana ini terjadi karena dosa mereka.”
Sikap seperti itu justru dapat menghilangkan empati dan memperberat penderitaan para penyintas.
QS Ar-Rum: 41 tidak berarti setiap bencana tertentu dapat dipastikan sebagai hukuman atas dosa kelompok tertentu. Yang perlu dilakukan adalah muhasabah dan memperbaiki perilaku manusia.
Karena itu, ketika bencana terjadi, pertanyaan yang lebih penting bukan:
“Dosa siapa yang menyebabkan bencana ini?”
Tetapi:
“Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah kerusakan, mengurangi risiko, dan membantu mereka yang terdampak?”
Amanah Memakmurkan Bumi
Jamaah rahimakumullah,
Allah Swt. berfirman:
QS Hud: 61
هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا
Artinya:
“Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya.”
Manusia mempunyai amanah untuk memakmurkan bumi.
Memakmurkan bumi berarti menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab, menjaga kehidupan, mencegah kerusakan, dan menghadirkan kemaslahatan.
Karena itu, menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan teknis.
Ia juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah yang diberi amanah oleh Allah.
Jangan Membuat Kerusakan
Allah Swt. juga berfirman:
QS Al-A’raf: 56
وَلَا تُفْسِدُوا فِى الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya:
“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diciptakan dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Ayat ini juga menjadi bagian dari ajaran Islam mengenai pelestarian lingkungan.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Bumi bukan milik satu generasi saja.
Apa yang kita lakukan hari ini akan memberikan dampak kepada manusia yang hidup setelah kita.
Karena itu, menjaga lingkungan berarti menjaga kehidupan.
Istighfar dan Muhasabah
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ketika menghadapi musibah dan kesulitan, kita dianjurkan untuk kembali kepada Allah, memperbanyak istighfar, dan memperbaiki amal.
Allah Swt. berfirman:
QS Nuh: 10–11
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
Artinya:
“Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.’”
Istighfar bukan hanya ucapan di lisan.
Istighfar harus mendorong perubahan.
Jika kita menyadari adanya perilaku yang merusak lingkungan, maka kita harus berusaha memperbaikinya.
Jika kita menyadari adanya pemborosan, maka kita belajar hidup lebih bertanggung jawab.
Jika kita melihat saudara kita terkena musibah, maka kita hadir untuk membantu.
Kasih Sayang kepada Makhluk
Rasulullah saw. bersabda:
HR At-Tirmidzi No. 1924
ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
Artinya:
“Sayangilah siapa yang ada di bumi, niscaya Dia yang berada di langit akan menyayangi kalian.”
Kasih sayang kepada makhluk dapat diwujudkan melalui tindakan nyata:
- menjaga kebersihan;
- mengurangi pemborosan;
- menjaga air;
- merawat pohon;
- tidak merusak lingkungan;
- membantu korban bencana;
- dan membangun kepedulian sosial.
Dengan demikian, kepedulian kepada lingkungan tidak berhenti menjadi wacana, tetapi menjadi amal nyata.
Penutup Khutbah Pertama
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Bencana hendaknya menjadi momentum untuk melakukan muhasabah.
Kita kembali kepada Allah.
Kita memperbaiki perilaku.
Kita menjaga lingkungan.
Kita meningkatkan kesiapsiagaan.
Dan kita membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.
Semoga Allah menjadikan kita manusia yang membawa kemaslahatan bagi sesama dan menjaga bumi sebagai amanah-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ هَذَا الْقَوْلَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
يَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ:
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْأَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ، وَاحْفَظْنَا مِنْ شَرِّ الْحَرَائِقِ وَأَدْخِنَتِهَا الْمُخْنِقَةِ. اَللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا غَيْثًا مُبَارَكًا تُطْفِئُ بِهِ النِّيْرَانَ وَتَكْشِفُ بِهِ الدُّخَانَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سُوْءِ الْخَاتِمَةِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ!
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

